Kamis, 02 Januari 2014

perkembang biakan hewan dan tumbuhan


Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan
Apa yang dimaksud dengan berkembang biak?
Berkembang biak (reproduksi) adalah kemampuan menghasilkan keturunan (individu baru) dengan tujuan melestarikan dan memperbanyak jenis. Setiap hewan memiliki cara perkembangbiakannya sendiri.
Dalam sains, sel kelamin jantan dinamakan sel sperma, sedangkan sel kelamin betina disebut dengan sel telur atau ovum. Jika sel sperma bersatu dengan sel telur (disebut pembuahan atau fertilisasi), pada saat itulah hewan yang baru mulai terbentuk. 

Secara umum, perkembangbiakan hewan ada tiga macam:
1. Beranak atau melahirkan (vivipar)
2. Bertelur (ovipar)
3. Mengembangkan telur di dalam badan induknya, tetapi embrio tidak mendapatkan makanan dari induknya (ovovivipar)
Lebih lanjut, perhatikan penjelasannya, ya!
1. Perkembangbiakan hewan dengan melahirkan (vivipar)
Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan biasanya sekaligus juga menyusui anaknya, jadi disebutnya mamalia. Sebelum melahirkan, mamalia membesarkan anaknya sampai pada waktu tertentu di dalam tubuh induk betina. Keadaan semacam itu disebut bunting atau hamil.
Menurutmu, hewan apa saja yang tergolong binatang menyusui (mamalia) ini? Yup betul! Salah satunya adalah anjing.
Beranak/Melahirkan/Vivipar
Anjing

Kehamilan anjing berlangsung selama ± 9 minggu. Anjing yang bertubuh kecil mampu melahirkan 1-4 anak anjing, anjing yang berukuran sedang mampu melahirkan 4-8, dan anjing yang bertubuh besar mampu melahirkan antara 6-10 anak. Setelah lahir, anak anjing belum dapat melihat pada 10-15 hari pertama.
Normalnya, anak anjing mulai belajar berjalan pada minggu kedua dan dapat berjalan dengan baik pada minggu ketiga setelah lahir. Selama waktu itu, induk anjing akan selalu berada di dekatnya untuk menyusui dan memeliharanya. Yang namanya ibu itu, baik itu manusia, hewan, bahkan tumbuhan, selalu baik dan menjaga kita, ya!


Bertelur/Ovipar
Tahukah kamu bahwa semua jenis burung berkembang biak dengan bertelur? Ada yang membuat sarang dahulu dan ada pula yang tidak. Burung Plover meletakkan telurnya di atas rumput,pinguin,ular




                                                                            3                        4
Sekilas, bukankah ular ini tampak sedang melahirkan? Tidak, ular adalah hewan ovipar, jadi berkembang biak dengan bertelur.
Ada beberapa spesies ular/reptil yang menyimpan/mengerami telur dalam perutnya, sehingga saat bayi ular lahir dan keluar nampak seperti si ular sedang melahirkan.
Dalam gambar itu sebenarnya kalo dilihat lebih cermat lagi, akan terlihat yang keluar adalah bayi ular yang masih terbungkus membran bening. Membran itu sebenarnya adalah cangkang yang tidak mengeras karena disimpan dalam perut ular.
Selain jenis burung dan ular, masih banyak hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Salah satunya adalah penyu.

Ikan

Ikan pun berkembang biak dengan cara bertelur. Bedanya dengan hewan darat terlatak dalam proses pembuatannya. Proses pembuahan (fertilisasi) ikan berlangsung di luar tubuh (pembuahan eksternal), karena air dapat mempertemukan spermatozoa dengan sel telur (ovum). Ketika induk betina mengeluarkan sel telurnya, induk jantan menyiram dengan cara menyemburkan spermatozoa ke atas sel telur tersebut sehingga terjadilah pembuahan.
Proses pembuahan hewan darat berlangsung di dalam tubuh karena udara, dimana hewan darat hidup, tidak dapat mempertemukan sel-sel spermatozoa dengan ovum atau sel telur milik induk betina.

 Bertelur Beranak (Ovovivipar)

Tahukah kamu, bahwa hiu merupakan salah satu hewan yang berkembang secara ovovivipar. Hiu jantan membuahi telur dengan cara melepas sperma ke dalam tubuh betina, dan akhirnya melahirkan.
Reproduksi pada Invertebrata
1.    Perkembangbiakan aseksual
Perkembangbiakan secara aseksual pada hewan invertebrata terjadi dengan cara:
  • Membelah diri (pembelahan biner),  yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
  • Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
  • Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
  • Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera
  • Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut

Perkembangbiakan Tumbuhan

2. Perkembangbiakan Generatif.
Penyerbukan pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) adalah menempelnya serbuk sari ke mikropil (liang bakal biji). Penyerbukan pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) adalah menempelnya serbuk sari ke kepala putik. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan tumbuhan melalui proses penyerbukan dan pembuahan Pembuahan adalah bersatunya inti sperma dengan inti ovum. Pada tumbuhan gymnospermae terjadi pembuahan tunggal, sedangkan angiospermae terjadi pembuahan ganda. Alat perkembangbiakan generatif adalah bunga.

Bunga

Bunga adalah bagian tumbuhan yang berfungsi untuk alat reproduksi.


TABEL BAGIAN-BAGIAN BUNGA
BAGIAN BUNGA                                                                   FUNGSI
1. Kelopak (kalik)                                                                  Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola)                                                               Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :                                       Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari                                                                                      
4. Putik (pistilus) terdiri atas :                                                Sebagai penghasil gamet betina
a. tangkai putik (stilus)
b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)

Perkembangbiakan generatif didahului proses penyerbukan dan dilanjutkan dengan pembuahan.
2. Pembuahan Tunggal
Pembuahan adalah peleburan sel sperma dengan ovum. Pembuahan berlangsung di dalam bakal buah. Pembuahan tunggal terjadi pada kelompok tumbuhan biji terbuka (gymnospermae), yaitu: Cycas rumphii (pakis haji), Podocarpus polystachyus (kismis), Agathis dammara (damar), Gnetum gnemon (melinjo.
Di dalam serbuk sari Cycas telah terbentuk tiga macam sel, yaitu sel protalium, sel generatif dan inti buluh. Sebelum pembuahan diawali dengan penyerbukan yaitu menempelnya serbuk sari pada mikropil. Pada ujung mikropil terdapat cairan lengket (tetes penyerbukan) yang berasal dari jaringan bakal biji di sekitar mikropil. Fungsinya untuk mengikat serbuk sari yang menempel pada permukaan mikropil. Apabila cairan tersebut mengering maka serbuk sari akan terserap ke dalam ruang serbuk sari. Pada saat di ruang serbuk sari, serbuk sari membentuk buluh serbuk sari ke arah arkegonium.
Di arkegonium, sel generatif tumbuhan Cycas membelah dua menjadi sel tangkai (sel dislokator) dan sel tubuh (spermatogen). Sel spermatogen membelah menjadi dua sel spermatozoid. Sesaat setelah sel vegetatif lenyap, sel spermatozoid melebur dengan ovum membentuk zigot. Zigot berkembang menjadi embrio atau lembaga. Sel-sel gametofit lainnya berkembang menjadi endosperma yang haploid (n).
Alat perkembangbiakan pada gymnospermae berupa strobilus. Strobilus merupakan kumpulan sporofil, apabila kumpulan itu kompak dan membentuk seperti kerucut disebut konus. Sporofil pada strobilus disebut sisik strobilus. Sporofil merupakan bagian daun yang berfungsi menghasilkan spora di samping juga sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Ada 2 macam sporofil yaitu megasporofil untuk betina dan mikrosporofil untuk jantan. Pada megasporofil terdapat bakal biji. Bakal biji ini tidak dilindungi oleh dinding bakal buah
Di dalam bakal biji terdapat megasporangium (nuselus). Pada nuselus nantinya terdapat sel induk megaspora yang mengalami meiosis menjadi 4 megaspora dan hanya satu megaspora yang berkembang. Inti megaspora mengalami pembelahan berulang kali dan akan menjadi jaringan gametofit. Sebagian dari sel-sel gametofit yang dekat dengan mikropil akan membentuk satu atau beberapa arkegonium. Pada mikrosporofil terdapat banyak mikrosporangium. Di dalam mikrosporangium banyak terdapat mikrospora dan nantinya berkembang menjadi banyak serbuk sari.
3. Pembuahan Ganda
Alat perkembangbiakan angiospermae adalah bunga. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari dan putikKepala sari merupakan bagian ujung benang sari. Di dalam kepala sari berisi 2 ruang sari (teka). Satu ruang sari biasanya terdiri dari dua kantung sari (lokulumentum, mikrosporangium). Serbuk sari terbentuk di dalam kantung sari dan berasal dari sel induk mikrospora (2n). Tumbuhan mengeluarkan serbuk sari dalam stadium 2 sel, yaitu satu sel vegetatif dan dua sel generatif. Sel generatif nantinya bermitosis sekali menjadi 2 sel sperma.
Pembuahan pada tumbuhan berbiji tertutup terjadi dua kali (pembuahan ganda). Pembuahan pertama merupakan proses peleburan inti sperma pertama dengan inti ovum, menghasilkan lembaga atau calon individu baru. Pembuahan kedua merupakan proses peleburan inti sperma kedua dengan inti kandung lembaga sekunder, menghasilkan kotiledon atau keping biji.
Proses pembuahan ganda adalah sebagai berikut:
Serbuk sari menempel di kepala putik tumbuh membentuk buluh serbuk. Buluh serbuk tumbuh di dalam tangkai kepala putik membuat saluran menuju ke bakal buah yang di dalamnya terdapat bakal biji. Sepanjang perjalanan, inti serbuk sari membelah menjadi 2 inti generatif dan 1 inti vegetatif. Dua inti generatif disebut inti sperma pertama dan inti sperma kedua. Inti-inti tersebut berjalan beriringan di sepanjang buluh serbuk menuju ke dalam bakal biji. Di dalam bakal biji terdapat inti sel telur dan inti kandung lembaga sekunder.
Inti sperma pertama memasuki mikropil dan melebur dengan inti ovum (pembuahan pertama). Hasil pembuahan pertama berupa zigot yang akan tumbuh menjadi lembaga atau calon tumbuhan baru. Inti sperma kedua melebur dengan inti kandung lembaga sekunder (pembuahan kedua). Hasil pembuahan kedua akan membentuk putik lembaga (endosperm), yakni tempat  cadangan makanan untuk lembaga.Cadangan makanan ini disebut juga kotiledon. Di dalam bakal buah terdapat bakal biji. Setelah  pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah. Biji dibungkus oleh daging buah.
Masuknya inti sperma ke dalam kandung lembaga ada beberapa cara:
1. Porogami, apabila masuknya spermatozoa melalui mikropil(liang bakal biji.
2. Aporogami, apabila masuknya spermatozoa tidak melalui mikropil. Apabila masuknya spermatozoa melalui kalaza disebut kalazaogami.
Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terbentuk oleh beberapa sebab:
1. Amfimiksis, apabila terjadinya embrio karena peleburan sperma dengan ovum
2. Apomiksis, apabila terjadinya embriotidak melalui peleburan sperma dan ovum. Apomiksis ada beberapa cara: partenogenesis, terjadinya embrio dari sel telur yang tidak dibuahi; apogami, terjadinya embrio dari bagian lain kandung lembaga selain ovum (sel telur) misalnya sinergid atau antipoda, tanpa adanya pembuahan.
3. Embrio adventif, terjadinya embrio dari sel nuselus yaitu bagian selain kandung lembaga

Pembelahan sel generatif umumnya terjadi di dalam buluh serbuk sari. Di dalam bakal buah terdapat bakal biji, bakal biji terdiri dari integumen (kulit bakal biji) dan nuselus (badan bakal biji).Pada tumbuhan berbiji, megasporangium disebut sebagai nuselus. Di dalam nuselus terdapat sel induk megaspora atau sel induk kantung lembaga yang diploid.



Perbedaan pembuahan tunggal dan ganda
Pembuahantunggal adalah pembuahanpada tanaman, dimana serbuk sari hanya membuahi satu ovum saja di dalam bunga. Pembuahantunggal ini terjadi padatanaman gymnospermae (tanaman berbiji terbuka. Buka pada tanaman inihanya menghasilkan satu jenis ovum saja sehingga sperma (serbuk sari) yang masuk hanya bisa melakukan pembuahansatu kali saja. Hasil pembuahantersebut adalah zigot(2n) dimanazigot ini akan berkembang menjadi tanaman baru (biji). Disebut biji terbuka karena tidak ada pembuahankedua yang akan menghasilkan daging buah, sehingga bijitidak dibungkus oleh daging buah.

Pembuahan ganda adalah pembuahanpada tanaman, dimana serbuk sari (sperma) membuahi dua jenis ovum dalam satu bunga. Pembuahanganda ini terjadi padatanaman angiospermae (tanaman berbiji tertutup). Bunga tanaman angiospermae akan menghasilkan 3 jenis sel ovum, yaitu inti kandung lembaga primer, inti kandung lembaga sekunder dan sel sinergid. Pembuahanpada tanaman angiospermae berlangsung2 kali, pertama Spermatozoa 1 membuahi ovum menghasilkan zigot (2n) dimanaakan berkembang menjadi tumbuhan baru(biji) dan kedua Spermatozoa 2 membuahi kandunglembaga sekunder menghasilkan endospermae (3n) yang akan menjadi cadangan makanan bagi tumbuhan baru tersebut (daging buah). Sedangkan sel sinergid merupakan sel cadangan bilamana terjadi kerusakan pada sel ovum lainnya. Disebut biji tertutup karena bijinya tertutupi oleh daging buah yang berasal dari pembuahankedua pada bunga
a. Penyerbukan
Penyerbukan (persarian) = peristiwa menempelnya serbuk sari di kepala putik. Serbuk sari dapat mencapai kepala putik secara alami dan buatan. Secara alami, serbuk sari dapat mencapai kepala  putik dengan perantaraan:
1. Angin (anemofili). Syaratnya:
- serbuk sari jumlahnya banyak, dan ringan;
- bunganya tidak berwarna warni;
- putiknya tidak tersembunyi, panjang, dan berbulu.
- Misalnya tumbuhan kelapa, dan jagung.
b. Air (Hidrofili)
- Terjadi pada tumbuhan yang hidup di air, baik di air tawar maupun air laut.
- Contoh: Hydrilla verticillata
c. Penyerbukan dengan perantara hewan (zodiofili)
1. Penyerbukan dengan perantara burung (ortinofili).
- Burung dapat menjadi perantara dalam penyerbukan.
- Contoh: kutilang, cucak, burung penghisap madu.

3. Kelelawar (kiropterofili)
Hewan ini menjadi perantara penyerbukan untuk pohon yang bunganya mekar sore atau malam hari
4. Siput (malakogami)
Penyerbukan dapat dibedakan menjadi:
1. Penyerbukan sendiri (autogami) yaitu menempelnya serbuk sari ke kepala putik dalam satu bunga. Contoh pada bunga turi atau anggota tumbuhan Fabaceae
2. Penyerbukan Tetangga (geitonogami) yaitu serbuk sari menempel di kepala putik berasal dari bunga lain pada satu tanaman
3. Penyerbukan silang (allogami, xenogami) yaitu menempelnya serbuk sari ke kepala  putik berasal dari bunga tumbuhan lain, tetapi masih tergolong dalam jenis yang sama.

4. Penyerbukan Bastar (Hibridogami)
Terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang berbeda jenis, atau sekurang-kurangnya mempunyai satu sifat beda. Penyerbukan buatan, dilakukan dengan pertolongan manusia. Misalnya pada salak dan vanili. Hal ini disebabkan karena alat kelamin bunganya terpisah, ada bunga jantan saja dan ada bunga betina saja. Bunga jantan  yang penuh serbuk sari dipetik kemudian ditempelkan di dekat bunga betina yang sudah masak agar terjadi penyerbukan. Penyerbukan sendiri pada beberapa jenis tanaman gagal mengalami pembuahan disebabkan:
1. Dikogami, masaknya serbuk sari dan putik tidak bersamaan.
2. Dioseus (berumah dua), jika alat kelamin jantan dan betina keduanya terpisah pada individu yang berbeda. Contoh salak
3. Herkogami, bentuk bunga yang sedemikian rupa, sehingga serbuk sari dari bunga tidak dapat jatuh pada kepala putik. Contohnya; anggrek dan vanili
4. Heterostili, bunga mempunyai benang sari dan putik tidak sama panjang. Contoh: kopi, kina, kaca piring
Pergantian Tahap Sporofit dan Gametofit dalam Siklus Hidup Tumbuhan
1. Metagenesis Tumbuhan Lumut 
Spora tumbuh menjadi protonema. Protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut disebut gametofit (2n) karena menghasilkan gamet. Tumbuhan lumut memiliki anteridium (kelamin jantan) dan arkegonium (kelamin betina). Anteridium menghasilkan sperma, dan arkegonium menghasilkan ovum. Peleburan sperma dan ovum mengasilkan zigot. Zigot berkembang menjadi sporofit (n) dan menghasilkan spora.
2. Metagenesis Tumbuhan Paku
Spora tumbuh menjadi protalium. Protalium tumbuh menjadi gametofit yang menghasilkan anteridium dan arkegonium. Peleburan sperma dan ovum mengasilkan zigot. Zigot tumbuh menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku bersifat sporofit yang mengasilkan spora.
3. Metegenesis Tumbuhan Berbiji
Tumbuhan berbiji adalah generasi sporofit. Generasi gametofit betina berkembang di dalam bakal biji yang masih berhubungan dengan tumbuhan induknya. Gametofit jantan dimulai saat tebentuknya mikrospora, setelah itu dilanjutkan pada saat setelah penyerbukan. Generasi gametofit tumbuhan biji waktunya singkat, perkembangannya terlindung, dan hidupnya tergantung tumbuhan induknya. Mikrospora yang keluar dari kotak spora berkembang menjadi serbuk sari.  Setelah penyerbukan,
serbuk sari berkembang menjadi buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari membentuk sel sperma.
Buluh serbuk sari disebut sebagai generasi mikrogametofit. Sedangkan generasi megagametofitnya (makrogametofit) adalah kantung lembaga (kantung embrio). Setelah terjadi peleburan sel sperma dan ovum, maka terbentuklah zigot.  Zigot berkembang menjadi embrio (lembaga) di dalam biji. Biji tumbuh menjadi kecambah, dan akhirnya menjadi tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa menghasilkan bunga dan seterusnya.

d. Pemencaran Tumbuhan
1. Pemencaran Tumbuhan Tanpa Bantuan Faktor Luar
Tidak memungkinkan terjadinya penyebaran secara luas. Cara reproduksi yang memungkinkan pemencaran yaitu dengan stolon, rizoma, umbi lapis, umbi batang. Pemencaran tumbuhan dapat disebabkan oleh gerak higroskopis. Gerak higroskopis merupakan gerak yang disebabkan oleh perubahan kadar air. Contoh: pada buah anggrek, petai cina, karet, pacar air.
2. Pemencaran Tumbuhan dengan Bantuan Faktor Luar
a. Anemokori
- Pemencaran tumbuhan dengan bantuan angin.
- Beberapa ciri tumbuhan anemokari adalah:
1) Biji kecil dan ringan, contoh tanaman anggrek.
2) Buah dan biji bersayap. Sayap merupakan perluasan dari kulit buah atau kulit biji. Contoh: biji mahoni, biji pinus, biji kelor dan buah acer.
3) Buah dan biji berbulu. Bulu pada buah dan biji merupakan perluasan dari kulit buah atau biji.
b. Hidrokori
Pemencaran alat perkembangbiakan dengan bantuan air. Contoh: enceng gondok (Eichornia), yaitu dengan tunas yang memisahkan diri dari induknya. Tumbuhan yang memiliki struktur buah sedemikian rupa dan berat jenisnya kurang dari satu sehingga mengapung di dalam air. Contoh: kelapa (Cocos nucifera) dan nyamplung (Callophylum sp.)
Mempunyai buah yang kulit buahnya tersusun oleh tiga lapisan, yaitu:
1) Lapisan Eksokarp, yaitu lapisan terluar yang tipis, namun kuat dan mengkilat
2) Lapisan Mesokarp, yaitu lapisan tengah yang paling tebal
3) Lapisan endokarp, yaitu lapisan paling dalam yang kuat dan keras
c. Zookori
Pemencaran alat perkembangbiakan dengan bantuan hewan. Umumnya mempunyai kulit biji yang amat keras dan tidak dapat dicerna di dalam sistem pencernaan hewan. Zookori dibedakan menjadi:
1) Entomokori, pemencaran alat perkembangbiakan dengan bantuan serangga, contoh: tumbuhan tembakau.
2) Ornitokori, pemencaran alat perkembangbiakan dengan bantuan burung, contoh: tumbuhan beringin dan benalu.
3) Kiropterokori, pem encaran alat perkembangbiakan dengan bantuan kelelawar, contoh: tumbuhan jambu biji.
4) Mamokori, pemencaran alat perkembangbiakan dengan bantuan mamalia, contoh: tumbuhan kopi, trembesi, aren.
d. Antropokori
Pemencaran alat perkembangbiakan dengan bantuan manusia. Bantuan ini dapat terjadi secara sengaja (eksozoik) maupun tidak disengaja (endozoik). Secara sengaja dikarenakan tumbuhan mendatangkan keuntungan atau nilai ekonomi bagi manusia, contoh: kopi, karet, cengkeh, kelapa, kedelai, gadung dan lain-lainnya.Tidak sengaja terjadi karena tumbuhan tersebut memiliki alat perekat pada buah atau biji yang mudah menempel pada pakaian. Contoh: rumput jarum
E.Manusia juga dapat membantu penyerbukan, misalnya agar diperoleh hasil (vanili). Tujuannya untuk memperoleh jenis (varietas) baru. penyerbukan dilakukan untuk memperoleh varietas bunga soka baru.
Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :
1. Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)
2. Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:
    a. Apogami                       : embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
    b.Partenogenesis              : embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
    c. Embrio adventif             : merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga.

Biji


Biji terbagi menjadi dua, dikotil dan monokotil. Sekarang perhatikan dan bedakan kedua gambar di bawah ini, ya.
biji monokotil (pada jagung)






Lembaga dikotill (pada biji buncis)Sudah melihat perbedaannya kan?

Lembaga adalah calon tumbuhan baru yang terdiri atas bakal akar, akar batang, dan bakal daun. Lembaga berada di dalam biji. Daging biji merupakan cadangan makanan bagi calon tumbuhan baru yang digunakan selama tumbuhan baru belum tumbuh akar yang menyerap makanan dari tanah atau media tanam yang lainnya.
Perkembangbiakan yang menggunakan biji dinamakan dengan perkembangbiakan generatif. Kelemahannya lamanya waktu yang dibutuhkan dari menanam hingga berbuah. Juga biji yang ditanam kadang-kadang tidak sama dengan induknya. penyebabnya adalah pada saat penyerbukan, bunga mendapat tepung sari dari pohon lain sehingga terjadi penyerbukan silang (serbuk sari datang dari bunga lain tetapi pohonnya masih sejenis), atau bahkan penyerbukan bastar (serbuk dari dari bunga dan pohon yang berbeda).


Perkembangan Vegetatif

Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru.
Perkembangbiakan vegetatif ada yang berlangsung dengan sendirinya atau alami ada juga yang dikembangkan oleh manusia (buatan).

Vegetatif Alami

Anakan

Anakan tumbuh di bagian bawah batang dan muncul dari dalam tanah. Tunas ini membentuk rumpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon bambu serta padi. Tanaman padi saat ditanam memang menggunakan bibit yang disemaikan dari gabah (generatif), namun setelah ditanam, bibit padi yang hanya beberapa batang itu akan beranak dan menjadi rumpun padi. Anakan bambu disebut rebung yang biasa dibuat sayur atau digunakan sebagai lumpia. Bambu yang rebungnya dapat disayur adalah rebung dari bambu betung (miang).
Anakan tumbuh di bagian bawah batang dan muncul dari dalam tanah. Tunas ini membentuk rumpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon bambu serta padi. Tanaman padi saat ditanam memang menggunakan bibit yang disemaikan dari gabah (generatif), namun setelah ditanam, bibit padi yang hanya beberapa batang itu akan beranak dan menjadi rumpun padi. Anakan bambu disebut rebung yang biasa dibuat sayur atau digunakan sebagai lumpia. Bambu yang rebungnya dapat disayur adalah rebung dari bambu betung (miang).

Umbi batang

Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada umbi terdapat mata tunas - mata tunas yang akan berkembang menjadi tanaman baru. Contoh: pisang, kentang, talas dan Caladium. Talas dan kentang disebut umbi batang karena umbi tersebut merupakan bagian dari batang.
 

Umbi Akar

Umbi akar adalah umbi yang merupakan bagian dari akar. Tanaman yang berkembang biak dengan umbi akar antara lain bunga dahlia. Jika ditanam, tidak berapa lama tunas tersebut akan tumbuh menjadi bunga dahlia yang baru.

Akar Tinggal atau Rizoma (Akar Tongkat)

Rizoma adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizoma adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Tunas muncul dari akar dan jika memungkinkan akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Rizoma terdapat pada bambu, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.

Umbi Lapis

Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang.
'

Tunas Akar

Disebut tunas akar karena memang tunas tumbuh dari akar yang menjalar sedikit di bawah tanah. Tumbuhan yang tumbuh dengan tunas akar, antara lain pohon cemara, sanakeling, dan sukun.
.
image:pinus.png

Tunas Batang/Stolon

Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberri.

Tunas Liar

Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh: tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.

Spora

Spora berbentuk bulatan yang sangat kecil, seperti serbuk sari ataus eperti debu yang menempel di bagian tanaman (biasanya dibalik daun), mudah tersebar karena tertiup angina. Spora terdiri atas satu sel menyerupai zat telur, protoplasma, dan berdinding. Karena sangat ringan, spora mudah tertiup angin atau terbawa air.

Vegetatif Buatan

Vegetatif buatan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tumbuhan. Kuantitas (banyaknya) tumbuhan dapat diupayakan dengan cara mencangkok, stek, dan kultur jaringan. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas dapat dilakukan dengan okulasi (menempel) dan menyambung (enten).

Cangkok

Tidak semua tumbuhan dapat dicangkok, hanya yang mempunyai kambium saja. Kambium yaitu lapisan lapisan lendir yang mengandung zat makanan tumbuhan. Lapisan kambium berada diantara kulit dan batang. Tumbuhan yang berkambium adalah tumbuhan dikotil (biji berkeping dua).

Merunduk

Cara perkembangbiakan dengan merunduk adalah dengan merundukkan batang tanaman dan menahannya agar selalu berada di tanah. Bagian tanaman yang tertimbun tanah akan tumbuh akar. Setelah akar cukup kuat, tanaman dipisahkan dari induknya kemudian disemaikan dalam buluh bambu (polybag), lalu ditanam.

Stek

Stek adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara menanam potongan bagian tumbuhan. Stek dilakukan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru pada bagian yang diambil dan ditanam. Bagian yang distek, antara lain batang dan daun. Beberapa jenis stek yaitu :
Stek batang
 
Dilakukan dengan cara memotong bagian yang akan distek. Pada tebu, yang dipotong adalah pucuk dan bagian tengah, asal masih terdapat ruas-ruasnya, karena pada ruas-ruas atau buku-buku itulahterdapat mata tunas yang nantinya dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Cabang yang akan distek dipotong miring 45 derajat agar lebih banyak tempat untuk tumbuhnya akar baru.

Stek daun
Syarat tanaman yang daunnya dapat distek adalah apabila tepi daun tanamannya terdapat lekuk-lekuk tempat mata tunas berada. Contohnya daun cocor bebek, kaktus, nanas, dan daun bunga wijayakusuma. Jika daun tersebut ditanam, pada daun itu akan tumbuh tanaman baru.
Kultur jaringan
Cara perkembangbiakan yang baru dengan menggunakan teknologi. Yaitu, bagian tumbuhan yang mana saja dapat dijadikan benih siap tanam. Pengerjaan kultur jaringan memerlukan kebersihan dan ketelitian yang tinggi. Diharapkan dengan kultur jaringan ini dapat mengupayakan pelestarian tumbuhan langka.






1 komentar: